Salah satu keputusan paling krusial dalam pengembangan aplikasi adalah memilih tech stack. Sayangnya, banyak tim memilih berdasarkan hype, bukan kebutuhan.
Mindset yang Benar
Pertanyaan pertama yang harus diajukan: "Apa masalah yang sebenarnya kita selesaikan?" Bukan "framework apa yang sedang tren?"
Kriteria Pemilihan
- Kesesuaian dengan domain problem / Apakah stack ini cocok untuk jenis aplikasi Anda?
- Developer experience / Seberapa cepat tim Anda bisa produktif?
- Ecosystem maturity / Apakah library dan tooling sudah matang?
- Production track record / Apakah stack ini sudah terbukti di production?
- Long-term viability / Apakah komunitas dan maintainernya aktif?
Rekomendasi Praktis
Untuk Landing Page / Company Profile
- Next.js + Tailwind CSS + static export
- Hosting: Vercel (free tier sudah cukup)
Untuk Aplikasi Web (Dashboard / Internal Tools)
- Next.js + TypeScript + PostgreSQL
- Auth: NextAuth.js atau Supabase Auth
- Hosting: Vercel atau Railway
Untuk API / Backend Service
- Hono / Fastify + TypeScript
- Database: PostgreSQL
- Queue: Redis + BullMQ
- Hosting: Railway atau AWS ECS
Yang Perlu Dihindari
- Microservices di awal / Mulai monolitik dulu, pisahkan kalau sudah terbukti perlu
- Database NoSQL untuk data relasional / PostgreSQL bisa menangani JSON dan full-text search
- Framework yang tidak dikenal tim / Produktivitas tim lebih penting daripada fitur framework
